Hari Naas Hari Paling Rentan Kena Pelet

Harl Naas Pemanfaatan pelet yang tepat waktu lebih mudah berhasil, katimbang pelet yang dimanfaatkan secara asal asalan. Dan orang pun memiliki hak untuk menciptakan suasana tertentu untuk mempermudah tujuannya. Ditemukan pula kasus orang jahat memanfaatkan pelet dengan terlebih dahulu menciptakan kegoncangan dalam suatu rumah tangga yang semula tenang.

Karena ia yakin,  dalam kondisi kisruh, jiwa seseorang lebih mudah dipengaruhi.

Orang dapat saja berpedoman pada perhitungan harihari naas (sial). Namun yang lebih dapat dipertanggung- · jawabkan, suasana batin seseorang itu lebih bisa menentukan, apakah ia mampu memelet atau mudah dipelet. Namun anda boleh saja berpedoman dengan hari naas dan hari keberuntungan, siapa tahu rumus ini ada benarnya. Hari naas c:iiyakini jatuh pada hari,ke 3 (tiga) dan 7 (tujuh) setelah hari kelahiran.

Sedangkan hari baik adalah hari keempat dari hari kelahiran. Misalnya, anda lahir pada hari Minggu, maka hari baik anda adalah hari Rabu. Dengan demikian, jika anda ingin memanfaatkan ilmu, gunakanlah hari .Rabu, sedangkan jika anda tidak

mengetahu hari naas Jum’at. Karena pada malam itu Allah mcnjawab doa para hamba-Nya. Sebagian dari peyakin mistik Jawa meyakini, proses pemanfaatan ilmu gaib (samar) sangat istimewa jika dilakukan pad a hari dimana yang mengerjakan (pelet) jatuh pada hari baiknya, sementara saat itujatuh hari naas pada yang hendak dipelet.

Mengenal Tipe Manusia Keberhasilan pemanfaatan pelet ditentukan dari sasaran yang dituju. Karena ini berkaitan dengan ilmu bat in, unsur kejiwaan dan prilaku seseorang sangat mempengaruhi. Termasuk tipe atau jenis dari manusia yang mudah dipelet adalah mereka yangmemiliki sifat, sebagai berikut:

  1. Pelamun/penghayal
  2. Penakut
  3. Sudah memiliki getaran cinta (Walau kecil)
  4. Suasana batin sedang kisruh
  5. Suka tidur sore
  6. Tidak banyak kegiatan/suka menyendiri
  7. Status sosial seimbang dengan yang memelet
  8. Tidak memiliki pertahanan batin
  9. Lenjeh (supel/mudah bergaul)

 

Sedangkan orang-orang yang tidak memiliki sifat sebagaimana tersebut di atas, termasuk orang yang sulit dipelet, atau lebih jelasnya sebagai berikut:

1. Senang beraktivitas yang positif

2. Pemberani/optimistis

3. Tidak memiliki getaran cinta

4. Kondisi mental stabil/tenang

5. Tidur malam (prihatin) Rahasia

6. Sibuk dengan suatu kegiatan

7. Status sosial tidak imbang

8. Memiliki pagar gaib (doa, wirid, mantra)

9. PemalU/pandai menahan perasaan atau gejolak hati.

Dari sini lalu timbul suatu pertanyaan, bagaimanakah menyiasati seseorang yang kondisinya mengharuskan dipelet pada saat itu, namun ia termasuk katagori orang yang sulit dipengaruhi pelet.

Mungkin Anda juga menyukai

WhatsApp chat